Minggu, 07 September 2014

KESENIAN AMPA WAYER dari Kepulauan Sangihe




KESENIAN  AMPA  WAYER
DARI KEPULAUAN  SANGIHE
PROPINSI  NUSA  UTARA
PINGGIRAN  INDONESIA






DISUSUN  OLEH :
Alffian  W. P.  Walukow, S.Pd, M.Pd
Metty M. Bawelle, S.Pd

Lenganeng, 2014






A.      Proses  Lahirnya  Kesenian “Ampa Wayer”
Kesenian  “ampa wayer” lahir pada masa perang dunia dua di pulau Siau,  tepatnya  dimasa akhir  pendudukan  Jepang  antara  tahun 1944-1945.  Kesenian  ini  merupakan  adaptasi  dan perpaduan kesenian Eropa dengan kesenian “Sangihe” seperti “mĕ-salai” dan “mengorkesê. Tarian  ini  sudah   berkembang sejak masa masuknya Spanyol di kepulauan Sangihe dan menemukan  identitas  menjelang  berakhirnya  perang dunia ke dua  di kepulauan  Siau.
Secara Etimologi  kata  “ampa  wayer”  terbentuk  dari  dua  kata  yaitu :
-          Kata “ampa”  (bahasa  Indonesai Manado) yang  berarti  “empat”,
-          Kata “wayer” (bahasa serapan Indonesai Manado)  yang berarti  baling-baling.
Pemberian  nama  “ampa wayer”  muncul bersamaan  dengan  aktifitas serangan  pesawaat  udara  tentara  Sekutu  melawan tentara Jepang. Pada  masa itu,  sudah  ada  aktifitas  kesenian  yang  sama dengan  “ampa  wayer”  tetapi  gerak tarinya  masih  dilakukan  secara  spontan menyertai  kesenian “orkes tradisi”.
Pemunculan  “gerak tari”  dalam  “ampa wayer”  sebagai ekspresi  kebebasan dan kemerdekaan,  karena  pada  saat itu tentara Jepang  yang  dianggap  penjajah dikalahkan oleh  tentara sekutu. Awalnya,  “ampa wayer” adalah kesnian  rakyat  untuk  muda-mudi   secara   berpasangan.  Dikemudian   hari berubah  menjadi  kesenian umum  yang  di lakukan sejenis ataupun berpasangan laki-laki  dan perempuan yang   tidak mengenal kelompok  umur.
Konon,....banyak  diantara  pelaku “ampa wayer”  berjodoh  dalam “ampa wayer”. Dalam  “ampa  wayer”  terdapat  sosok  perempuan  yang dianggap “primadona”. Primadona  itulah  yang  kemudian  di perebutkan  oleh  kaum lelaki untuk  menjadi  pacar.
Dari  peristiwa  sejarah  tersebut diatas,  lahirlah  pola  gerak tari tertua  dalam  “ampa  wayer  yaitu “keker musuh, lingkar manis dileher nona”, formasi  pola lantai  tertua berbentuk baling-baling , dan ada lagu yang bermuatan  bahasa  Jepang  berjudul “Sayonara” sebagai  lagu  penutup.
               
Lirik lagu  “Sayonara”

                Sayonara, sayonara,
                Sampai  berjumpa  pula
Sayonara, sayonara,
                Sampai  berjumpa  pula
                Reef.
Buat  apa  susah, buat apa  susah
                                Susah  itu  tak  ada  gunanya
Buat  apa  susah, buat apa  susah
                                Susah  itu  tak  ada  gunanya

Ampa  wayer”  adalah gerak  tari kelompok yang diiringi musik, dan dipimpin  oleh  seorang kapel (pemimpin tari), dalam  bahasa  Sangihe disebut “pangataseng atau pangaha”. “Ampa  Wayer”  dikelompokkan  sebagai kesenian  rakyat bukan  kesenian  Istana. Kesenian  ini  berfungsi sebagai hiburan  rakyat. Awalnya  kesenian  ini  lahir  secara  spontan dalam aktifitas keramaian  kecil,  tapi dikemudian  hari  sudah  menjadi  konsumsi acara-acara  hajatan  seperti  acara kawinan.Salah  satu  keunikan   dari  kesenian  ini  adalah ;   tidak dapat dimainkan  tanpa  iringan musik. 

B.      Unsur-unsur  “ Ampa  Wayer “

Unsur  pokok kesenian “ampa  wayer”  adalah  kemahiran musik pengiring,  gerak tari, dan komanado atau  aba-aba. Gerak  tari dalam “ampa  wayer”  diiringi oleh  ansambel  musik orkes yang  dimainkan  langsung, bukan  menggunakan  kaset.
Kenapa  harus  bermain  musik   secara  langusng, karena kemahiran  memainkan  musik   adalah  bagian  tak  terpisahkan  yang disukai  penonton. Sejak  masa  lalu jika   ada  pergelaran  “ampa  wayer”, salah  satu  yang  disukai  adalah  kemahiran   bermain  musik  para  pemain  musik.
Kesenian  “ampa  wayer” masa  kini  memiliki kesamaan dengan Tari  “Katreli” di Minahasa. Perbedaannya  adalah : unsur  terpenting   dalam “Katreli”  adalah  kemahiran  gerak  dalam  “ampa wayer”  unsur terpenting  adalah kemahiran memainkan  musik  dan  kemahiran gerak.
Pelaksanaan “ampa wayer” yang dilakukan  tanpa  memperhitungkan kemahiran  bermain mmusik,  atau  hanya  diiringi dengan musik dari kaset dan sejenisnya, maka kesenian  tersebut  dikelompokan sebagai  Tari “Ampa  Wayer”.
Sampai saat   ini tidak  ada  aturan tetap  bentuk gerakan tari  dalam kesenian  “ampa  wayer”  tetapi gerak tari diatur  oleh bentuk irama musik. Seiring waktu maka  berkembanglah fariasi  gerak, formasi  barisan dan  pola  lantai gerak  tari  dalam  “ampa  wayer”. Selain  melakukan  gerak berdasarkan  irama  musik, pelaksanaan gerakan  dalam  “ampa  wayer” harus  berdasarkan  “komando atau  aba-aba”.
                Penerapan  gerak  dalam  kesenian  “ampa  wayer” di pulau  Sangihe  dan  sekitarnya  teradaptasi  dari  kehidupan  sosial   masyarakat dalam  aktifitasnya  di  darat  dan di laut.
               

C.      Babakan  dalam “Ampa Wayer”

Babakan  dalam  “ampa wayer”  terdiri   dari  enam (6)  tahapan  yaitu :
Tahapan               1              Gerakan pembukaan diiringi  musik  berirama MARS
Tahapan               2              Gerakan WALS
Tahapan               3              Gerakan RUMBA
Tahapan               4              Gerakan TANGO
Tahapan               5              Gerakan SWING
Tahapan               6              Gerakan  penutup diiringi musik  berirama MARS

D.      Alat  musik,  Properti dan Kostum
Alat   musik  yang   digunakan untuk   mengiringi gerak  “ampa wayer” adalah :  Alat  musik  yang digunakan  dalam  kesenian “Orkes tradisi”,  seperti gitar, kroncong (Ukulele), dan Strem bas. Dimasa  lalu, alat-alat tersebut  adalah  hasil buatan sendiri   dari  kelompok orkes, tidak  ada  yang dibeli  dari  toko. Sampai  saat  ini, kerajinan membuat  gitar, kroncong dan  strem  bas masih  terwaris disemua kecamatan di  kepulauan sangihe.
Dalam  kesenian “ampa  wayer”  tidak  ada penggunaan  properti untuk  mendukung  gerak. Kostum  yang  digunakan oleh Pria  adalah pakaian  resmi (sejenis jas)   sedangkan  untuk Wanita menggunakan kostum bergaya  perempuan  Eropa abad  17. (bukan  baju adat).




















POLA  LANTAI, UNSUR   GERAK  DAN 
PERINTAH GERAK (Aba-aba  atau  Komando)
KESENIAN  AMPA WAYER
SMP NEG.5 TABUKAN UTARA


Pengarah  Musik dan Gerak                              :               Metty M. Bawelle, S.Pd
Nara  sumber unsur budaya Sangihe              :               Luqman Makapuas, S.Pd

Tahapan               1 :           Gerakan pembukaan diiringi  musik  berirama MARS

Pola lantai pada  tahapan  ini  terdiri  dari  empat (4)  formasi dengan 
unsur gerak sebagai  berikut :
1.       Masuk  pentas
2.       Membentuk   formasi baling-baling  pesawat.
3.       Lingkaran (Penghormatan).
4.       Formasi segilima lambang daerah Sangihe.


Pola 1 :

Pola 2 :





Pola  3 :


Aba-aba :


Tahapan               2              Gerakan WALS
Pola lantai pada  tahapan  ini  terdiri  dari  dua (bagian)  yaitu  bersaf 
lalu berhadapan,dengan unsur gerak “menggergaji  kayu”


Aba-aba :



Tahapan               3              Gerakan RUMBA
Pola lantai pada  tahapan  ini  terdiri  dari  dua (bagian)  yaitu  berbanjar
lalu berhadapan, dengan unsur gerak  “aktifitas membuat Kopra” dan 
“pangkas  rumput”.

Pola  1 :





Pola 2 :





Aba-aba :





Tahapan               4              Gerakan TANGO
Pola lantai pada  tahapan  ini  terdiri  dari beberapa pola, dengan unsur
gerak  menggunakan unsur  tari  daerah  Samgihe seperti Gunde, Samper 
dan  Alabadiri.


Aba-aba :

















Tahapan               5              Gerakan SWING
Pola lantai pada  tahapan berbentuk perahu dengan unsur gerak
“mendayung perahu”.



Aba-aba :




Tahapan               6              Gerakan  penutup  dengan  pola  berbanjar diiringi musik 
berirama MARS,  keluar  dari pentas dengan unsur  gerak 
lambai tangan perpisahan.
                                               









Aba-aba :


LAGU-LAGU YANG DIGUNAKAN SEBAGAI  PENGIRING  GERAK
Lagu  pembuka  dan penutup : menggunakan  lagu  berjudul “ Malam  Bae I Lehengke”
Lagu untuk tahapan  Wals : menggunakan lagu berjudul “ Tahanusangkara”
Lagu untuk tahapan  Rumba : menggunakan lagu berjudul “ Oh Hapiku” 
Lagu untuk tahapan  Tango : menggunakan lagu berjudul :  “Oh Karima’ ko”
Lagu untuk tahapan Swing : menggunakan lagu berjudul : “Sumake Pato”



ARTISTRY AMPA WAYER
A.      The process of birth of the Arts "Ampa Wayer"
          Art "Ampa wayer" born at the time of world war two on the island of Siau, exactly absences end of the Japanese occupation between 1944-1945. This is an adaptation of Art and European art with artistic unity "Sangihe"  like  "me’salai" and "mengorkesê". This dance has evolved since the time of the entry of the Spanish island of Sangihe and find identity by the end of world war two on the island of Siau.
         The etymology of the word "Ampa wayer" is formed from two words, namely:
- The word "Ampa" (language Indonesai Manado), which means "four",
- The word "wayer" (language Indonesai absorption Manado), which means the   
   propeller.

       The name "Ampa wayer" appears equivalent activity air attacks against Japanese troops Allied soldiers. At that time, there have been the same artistic activity "Ampa wayer" but her dance moves are done spontaneously joined the art "orkes tradisi".
       The "dance"  in  "Ampa wayer" as an expression of freedom and independence, because at that time the Japanese soldiers who regarded colonial army was defeated by the allies. Initially, "Ampa wayer" is artisty for young people in pairs. Later on transformed into art in general or do a pair of men and women who do not know what age group.
         Many say .... but many of performers "Ampa wayer" paired in "Ampa wayer". In "Ampa wayer" there is the figure of the woman who is considered "primadonna". That primadonna who later struggle by men to be the girlfriend.
         From the historical events mentioned above, was born the oldest dance patterns in "Ampa wayer is" spyglass enemy, neck circumference sweet lady ", the oldest flooring pattern formation shaped propeller, and there is a song titled Japanese duty" Sayonara "as the closing song.


Song "Sayonara"

Sayonara, Sayonara,
Vale is
Sayonara, Sayonara,
Vale is
Reef.
      Do what is difficult, what is difficult for
      It difficult trop
      Do what is difficult, what is difficult for
      It difficult trop

"Ampa wayer" is accompanied by dance music group, and led by a chapel (dance leader), in Sangihe called "pangataseng or pangaha". "Ampa Wayer" classified as non-artistic folk arts palace. Art serves as the entertainment of the people. This art was originally born spontaneously in small gatherings activity, but later on it became celebrate consumption events such as events wedding.The uniqueness of this art is; can not be played without accompaniment.


B. Elements "Ampa Wayer"

           Basic elements of art "Ampa wayer" is a musical accompaniment skills, dance moves, and  komanado or aba-aba”. Dance in "Ampa wayer" accompanied by band music ensemble played directly, rather than using tapes.
        Why should play music directly attributable, as the skills to play music is integral to the preferred viewer. Over the past if there performance "Ampa wayer", one of which is a skill liked the music player to play music.
          Art "Ampa wayer" now has a similarity with the dance "Katreli" in Minahasa. The difference is: the most important element in the "Katreli" is a skill move in "Ampa wayer" the most important element is the musical skills and movement skills.
Implementation "Ampa wayer" done without considering the skills to play musik, or only accompanied by music from cassettes and the like, then the art is classification as dance "Ampa Wayer".
         Until now there is no fixed rule in the art form of dance movement "Ampa wayer" but dance music rhythms arranged by design. Over time it develops fariation movement, line and pattern formation dance floor in "Ampa wayer". In addition to doing the motion based on the rhythm of the music, the implementation of the movement in "Ampa wayer" should be based on "kommando or aba-aba".
Adoption of motion in art "Ampa wayer" on the island of Sangihe and surrounding acclimatized in the social life of their activities on land and at sea.


C. Stage  in "Ampa Wayer"

Stage  in "Ampa wayer" consists of six (6) stages, namely:
Stages 1 opening movement accompanied by rhythmic music MARS
Stages 2 Operation WALS
Stages 3 Movement RUMBA
Stages 4 Operation TANGO
Levels 5 Movement SWING
Stages 6 Movement cover rhythmic music accompanied MARS

D. Musical instrument, Property and Costume
Musical instruments used to accompany the move "Ampa wayer" is: Musical instrument used in the arts "Orchestra tradition", such as guitar, kroncong (ukulele), andstrem bas”. In the past, these devices are home made from the group band, no one bought from the store. Until now, crafting a guitar, kroncong and “strem bas” still legacy in all districts on the island of Sangihe.
In the arts "Ampa wayer" no use of the property to support the motion. Costumes used by man is the official clothing (a suit), while for women using female-style costumes century Europe 17 (non tradition).




PATTERN FLOOR, AND RESPONSE ELEMENT  ORDER ENTRY
(or Commando Alerts) ARTS AMPA WAYER
SMP  NEG.5 TABUKAN  UTARA


Director of Music and Motion: M. Metty Bawelle, S.Pd
Sangihe cultural resource elements: Luqman Makapuas, S.Pd

Stages 1: Movement rhythmic music accompanied the opening of MARS

Floor pattern at this stage consists of four (4) formation of
response elements as follows:
In stage 1
2 Shaping formation airplane propellers.
3 Ring (honor).
4 Formation hexagons symbol Sangihe district.


Pattern 1:
Pattern 2:
Pattern 3:



Alerts:


Stages 2 Operation WALS
Floor pattern at this stage consists of two (top) that bersaf
and dealing with the elements of motion "sawing wood"


Alerts:

Stages 3 Movement RUMBA
Floor pattern at this stage consists of two (top) that berbanjar
and dealing with the elements of motion "activities make Copra" and
"The crop of grass".

Pattern 1:
Pattern 2:


Alerts:


Stages 4 Operation TANGO
Patterns on the stage floor is made up of several patterns, with elements
movement using the elements of dance as Gunde Samgihe district, Samper
and Alabadiri.

Alerts:

Levels 5 Movement SWING
Patterns on the stage floor with a boat-shaped response element
"Rowing the boat".



Alerts:


Stages 6 Movement cover with stock music accompanied berbanjar
MARS rhythmic, out of the stage with the response element
hand wave farewell.



Alerts:




SONG USED AS A MOTION accompaniment
Opening and closing song: using a song titled "Malam Bae I Lehengke"
Songs for the stage Wals: use a song titled "Tahanusangkara"
Rumba songs for the stage: using the song titled "Oh Hapiku"
Songs for the stage Tango: use a song titled: "Oh Karima ko"
Songs for Swing stages: using a song titled: "Sumake Pato"



A. Het proces van de geboorte van de Kunsten "Ampa Wayer"

Kunst "Ampa wayer" geboren ten tijde van de Tweede Wereldoorlog op het eiland Siau, precies afwezigheden einde van de Japanse bezetting tussen 1944-1945. Dit is een aanpassing van kunst en Europese kunst met artistieke eenheid "Sangihe" als "me-gerookt" en "mengorkesê". Deze dans is geëvolueerd sinds de tijd van de invoer van het Spaanse eiland Sangihe en vind identiteit door het einde van de Tweede Wereldoorlog op het eiland Siau.
De etymologie van het woord "Ampa wayer" is gevormd uit twee woorden, te weten:
- Het woord "Ampa" (taal Indonesai Manado), wat betekent "vier",
- Het woord "wayer" (taal Indonesai absorptie Manado), wat betekent dat de propeller.
De naam "Ampa wayer" verschijnt equivalente activiteit pesawaat luchtaanvallen tegen de Japanse troepen geallieerde soldaten. Op dat moment zijn er dezelfde artistieke activiteit "Ampa wayer" geweest, maar haar dansbewegingen worden spontaan gedaan toegetreden tot de kunst "band traditie".
Gig "dans" in "Ampa wayer" als een uiting van vrijheid en onafhankelijkheid, omdat op dat moment de Japanse soldaten die koloniale leger beschouwd werd verslagen door de geallieerden. In eerste instantie, "Ampa wayer" is kesnian voor jongeren in paren. Later omgevormd tot de kunst in het algemeen of doe een paar van de mannen en vrouwen die niet weten wat leeftijdsgroep.
Velen zeggen .... maar veel van artiesten "Ampa wayer" gekoppeld aan "Ampa wayer". In "Ampa wayer" er is de figuur van de vrouw, die wordt beschouwd als "prima donna". Dat prima donna die later Kills door mannen om de vriendin te zijn.
Van de hierboven genoemde historische gebeurtenissen, werd geboren de oudste dans patronen in "Ampa wayer is" verrekijker vijand, nek omtrek lieve dame ", de oudste vloeren patroonvorming vormige propeller, en er is een lied met de titel Japanse duty" Sayonara "tot het afsluitende lied.

Song "Sayonara"

Sayonara, Sayonara,
Vale is
Sayonara, Sayonara,
Vale is
Reef.
Doe wat moeilijk is, wat moeilijk voor is
Het moeilijk trop
Doe wat moeilijk is, wat moeilijk voor is
Het moeilijk trop

"Ampa wayer" wordt begeleid door dansmuziek groep en onder leiding van een kapel (dans leider), in Sangihe genaamd "pangataseng of pangaha". "Ampa Wayer" geclassificeerd als niet-artistieke volkskunst paleis. Kunst fungeert als het vermaak van de mensen. Deze techniek werd oorspronkelijk geboren spontaan in kleine bijeenkomsten activiteit, maar later werd het hajatan verbruik gebeurtenissen zoals evenementen kawinan.Salah de uniciteit van deze kunst is; kunnen niet worden afgespeeld zonder begeleiding.

B. Elementen "Ampa Wayer"

Basiselementen van de kunst "Ampa wayer" is een muzikale begeleiding vaardigheden, dans moves, en komanado of ABA-ABA. Dans in "Ampa wayer" begeleid door band muziek ensemble speelde direct, in plaats van het gebruik van tapes.
Waarom zou muziek spelen die direct toerekenbaar zijn, zoals de vaardigheden om muziek af te spelen is een integraal onderdeel van de gewenste kijker. In de afgelopen als er PERGELARAN "Ampa wayer", een daarvan is een vaardigheid vond de muziekspeler om muziek af te spelen.
Kunst "Ampa wayer" heeft nu een overeenkomst met de Dance "Katreli" in Minahasa. Het verschil is: het belangrijkste element in de "Katreli" is een vaardigheid stap in "Ampa wayer" Het belangrijkste element is de muzikale vaardigheden en beweging vaardigheden.
Implementatie "Ampa wayer" gedaan zonder rekening te houden van de vaardigheden om mmusik spelen, of alleen begeleid door muziek van cassettes en dergelijke, dan is het de kunst is dikelompokan als Dance "Ampa Wayer".
Tot nu toe is er geen vaste regel in de vorm van kunst van de dans beweging "Ampa wayer" maar dansmuziek ritmes geregeld door het ontwerp. Na verloop van tijd ontwikkelt fariasi beweging, lijn en patroonvorming dansvloer in "Ampa wayer". Naast het doen van de beweging op basis van het ritme van de muziek, de uitvoering van de beweging in "Ampa wayer" moet gebaseerd zijn op "commando of ABA-aba".
Vaststelling van de beweging in de kunst "Ampa wayer" op het eiland Sangihe en de omliggende geacclimatiseerd in het sociale leven van hun activiteiten op het land en op zee.


C. Cochagual in "Ampa Wayer"

Cochagual in "Ampa wayer" bestaat uit zes (6) fasen, te weten:
Stages 1 openingsdeel begeleid door ritmische muziek MARS
Stages 2 Operation WALS
Stages 3 Beweging RUMBA
Stages 4 Bediening TANGO
Niveau 5 Beweging SWING
Stages 6 Beweging deksel ritmische muziek vergezeld MARS

D. muziekinstrumenten, Vastgoed en Costume

Muziekinstrumenten gebruikt om de beweging "Ampa wayer" begeleiden is: Musical instrument gebruikt in de kunsten "Orkest traditie ', zoals gitaar, Kroncong (ukulele), en Strem bus. In het verleden zijn deze apparaten zelfgemaakte uit de groep band niemand gekocht van de winkel. Tot nu toe, bewerken van een gitaar, Kroncong en bus strem terwaris nog steeds in alle districten op het eiland Sangihe.
In de kunsten "Ampa wayer" geen gebruik van de woning aan de beweging te ondersteunen. Kostuums die door de mens is de officiële kleding (een pak), terwijl voor vrouwen die vrouwelijke stijl kostuums eeuwse Europa 17 (niet-voetbal traditie).


PATROON grond en respons element
Order Entry (of Commando Alerts)
ARTS AMPA Wayer
SMP NEG.5 TABUKAN NORTH



Director of Music and Motion: M. Metty Bawelle, S.Pd
Sangihe culturele resource elementen: Luqman Makapuas, S.Pd

Stages 1: Beweging ritmische muziek begeleidde de opening van MARS

Vloer patroon in deze fase bestaat uit vier (4) de vorming van
respons elementen als volgt:
In fase 1
2 Shaping formatie vliegtuig propellers.
3 Ring (eer).
4 Vorming zeshoeken symbool district Sangihe.
Patroon 1:
Patroon 2:
Patroon 3:
Waarschuwingen:

Stages 2 Operation WALS
Vloer patroon in deze fase bestaat uit twee (top) dat bersaf
en het omgaan met de elementen van de beweging "zagen van hout"

Waarschuwingen:


Stages 3 Beweging RUMBA
Vloer patroon in deze fase bestaat uit twee (top) dat berbanjar
en het omgaan met de elementen van de beweging "activiteiten maken Copra" en
"De oogst van gras".

Patroon 1:
Patroon 2:

Waarschuwingen:


Stages 4 Bediening TANGO
Patronen op het podium vloer bestaat uit verschillende patronen, met elementen
beweging met behulp van de elementen van de dans als district Gunde Samgihe, Samper
en Alabadiri.

Waarschuwingen


Niveau 5 Beweging SWING
Patronen op het podium vloer met een boot-vormig respons element
"Het roeien de boot".


Waarschuwingen:

Stages 6 Beweging deksel met voorraad muziek vergezeld berbanjar
MARS ritmische, buiten het podium met de respons element
de hand wave afscheid.


Waarschuwingen:


NUMMERS GEBRUIKT ALS EEN ANTWOORD escort
Het openen en sluiten lied: met behulp van een nummer met de titel "Night Bae ik Lehengke"
Liedjes voor het podium Wals: Gebruik een lied getiteld "Tahanusangkara"
Rumba liederen voor het podium: het gebruik van het nummer met de titel "Oh Hapiku"
Liedjes voor het podium Tango: gebruik een lied met de titel: "Oh Karima" ko "
Songs for Swing stadia: het gebruik van een lied met de titel: "Sumake Pato"





A. Der Prozess der Geburt der Kunst "Ampa Wayer"
Kunst "Ampa Wayer" zu der Zeit des Zweiten Weltkrieges auf der Insel Siau geboren, genau Abwesenheiten Ende der japanischen Besatzung zwischen 1944 bis 1945. Dies ist eine Anpassung der Art und europäischer Kunst mit künstlerischen Einheit "Sangihe" wie "me-geräuchert" und "mengorkesê". Dieser Tanz hat seit der Zeit des Eintrags von der spanischen Insel Sangihe entwickelt und finden Identität bis zum Ende des Zweiten Weltkrieges auf der Insel Siau.
Die Etymologie des Wortes "Ampa Wayer" wird aus zwei Wörtern, nämlich gebildet:
- Das Wort "Ampa" (Sprache Indonesai Manado), was bedeutet, "vier",
- Das Wort "Wayer" (Sprache Indonesai Absorption Manado), die den Propeller bedeutet.
Der Name "Ampa Wayer" erscheint äquivalente Aktivität pesawaat Luftangriffe gegen japanische Truppen alliierte Soldaten. Zu dieser Zeit haben es die gleiche künstlerische Tätigkeit "Ampa Wayer" gewesen, aber ihre Tanzbewegungen spontan getan trat der Kunst "Band Tradition".
Gig "Tanz" in "Ampa Wayer" als Ausdruck von Freiheit und Unabhängigkeit, weil zu dieser Zeit die japanischen Soldaten, die Kolonialarmee betrachtet wurde von den Alliierten besiegt. Anfangs ist "Ampa Wayer" kesnian für junge Menschen in Paaren. Später in der Kunst im Allgemeinen zu tun, transformiert oder ein Paar von Männern und Frauen, die nicht wissen, was Altersgruppe.
Viele sagen .... aber viele Performer "Ampa Wayer" in "Ampa Wayer" gepaart. In "Ampa Wayer" gibt es die Figur der Frau, die als "Primadonna" ist. Das Primadonna, die später durch Kills Männer die Freundin sein.
Von den oben genannten historischen Ereignisse, war die älteste Tanzmuster geboren "Ampa Wayer ist" Spyglass Feind, Halsumfang süße Dame ", die älteste Boden Musterbildung förmigen Propeller, und es gibt ein Lied mit dem Titel japanischen Pflicht" Sayonara ", wie der Schlusslied .

Song "Sayonara"

Sayonara, Sayonara,
Vale ist
Sayonara, Sayonara,
Vale ist
Riff.
Tun Sie, was schwierig ist, was ist schwierig für
Es schwierig trop
Tun Sie, was schwierig ist, was ist schwierig für
Es schwierig trop

"Ampa Wayer" wird von Tanzmusikgruppe begleitet und durch eine Kapelle (Tanzleiter) geführt, in Sangihe genannte "pangataseng oder pangaha". "Ampa Wayer", wie nicht-künstlerischen Volkskunst Palast eingestuft. Kunst dient als Unterhaltung der Menschen. Diese Kunst wurde ursprünglich spontan in kleinen Versammlungen Aktivität geboren, aber später wurde es hajatan Verbrauch Ereignisse wie Veranstaltungen kawinan.Salah die Einzigartigkeit dieser Kunst ist; kann nicht ohne Begleitung gespielt werden.

B. Elemente "Ampa Wayer"

Grundelemente der Kunst "Ampa Wayer" ist ein musikalischer Begleitung Fähigkeiten, Tanzbewegungen und komanado oder aba-aba. Tanz in "Ampa Wayer", begleitet von Band-Musik-Ensemble direkt gespielt, anstatt Bänder.
Warum sollte Musik direkt zurechenbaren, wie die Fähigkeiten, um Musik zu spielen ist ein integraler Bestandteil der bevorzugten Betrachter. Im Laufe der letzten, wenn es PERGELARAN "Ampa Wayer", von denen einer eine Fähigkeit gefiel die Musik-Player, um Musik zu spielen.
Kunst "Ampa Wayer" hat jetzt eine Ähnlichkeit mit dem Tanz "Katreli" in Minahasa. Der Unterschied ist: das wichtigste Element in der "Katreli" ist eine Fähigkeit, bewegen sich in "Ampa Wayer" Das wichtigste Element ist die musikalische Fähigkeiten und Bewegungsfertigkeiten.
Implementation "Ampa Wayer" getan, ohne die Fähigkeiten, um mmusik zu spielen, oder nur durch Musik von Kassetten und dergleichen begleitet, dann die Kunst ist dikelompokan als Dance "Ampa Wayer".
Bis jetzt gibt es keine feste Regel in der Kunstform des Tanzbewegung "Ampa Wayer" aber Tanzmusik-Rhythmen durch Design angeordnet. Im Laufe der Zeit entwickelt fariasi Bewegung, Linie und Musterbildung Tanzfläche in "Ampa Wayer". Zusätzlich zu tun, die Bewegung auf der Grundlage der Rhythmus der Musik, die Umsetzung der Bewegung in "Ampa Wayer" sollte auf "Befehl oder aba aba-" basieren.
Annahme von Bewegung in der Kunst "Ampa Wayer" auf der Insel Sangihe und Umgebung in der das soziale Leben ihrer Aktivitäten an Land und auf See akklimatisiert.


C. Cochagual in "Ampa Wayer"

Cochagual in "Ampa Wayer" besteht aus sechs (6) Stufen, nämlich:
Stufen 1 Öffnungsbewegung durch rhythmische Musik begleitet MARS
Stufen 2 Betrieb WALS
Stufen 3 Bewegungs RUMBA
Stufen 4 Bedienung TANGO
Stufen 5 Bewegungs SWING
Stufen 6 Bewegungs Abdeckung rhythmischer Musik begleitet MARS

D. Musikinstrument, Eigentum und Kostüm
Musikinstrumente verwendet, um die Bewegung "Ampa Wayer" begleiten: Musikinstrument in der Kunst "Orchester Tradition", wie Gitarre, Kroncong (Ukulele) und Strem Bus. In der Vergangenheit sind diese Geräte selbstgemacht aus der Gruppe, Band, niemand aus dem Laden gekauft. Bis jetzt, Handwerk eine Gitarre, noch terwaris Kroncong und Bus Strem in allen Bezirken auf der Insel Sangihe.
In der Künste "Ampa Wayer" keine Nutzung der Immobilie, um die Bewegung zu unterstützen. Kostüme von Menschen verwendet wird, ist die offizielle Kleidung (Anzug), während für Frauen mit weiblich-Stil Kostüme Jahrhundert in Europa 17 (nicht-Fußball-Tradition).


















MUSTER Boden und Response-Element
ORDER ENTRY (oder Commando Alerts)
ARTS AMPA Wayer
SMP NEG.5 TABUKAN NORTH



Direktor für Musik und Bewegung: M. Metty Bawelle, S.Pd
Sangihe kulturelle Ressource Elemente: Luqman Makapuas, S.Pd

Stufen 1: Bewegung rhythmische Musik begleitet die Eröffnung der MARS

Fußbodenmuster in dieser Stufe besteht aus vier (4) Bildung von
Response-Elemente wie folgt:
In der Stufe 1
2 Shaping Bildung Flugzeugpropeller.
3 Ring (Ehre).
4 Sechsecke Formation Symbol Bezirk Sangihe.
Muster 1:
Muster 2:
Muster 3:
Warnungen:

Stufen 2 Betrieb WALS
Bodenmuster in dieser Phase besteht aus zwei (oben), dass bersaf
und den Umgang mit den Elementen der Bewegung "Sägen von Holz"

Warnungen:


Stufen 3 Bewegungs RUMBA
Bodenmuster in dieser Phase besteht aus zwei (oben), dass berbanjar
und den Umgang mit den Elementen der Bewegung "Aktivitäten machen Copra" und
"Die Ernte von Gras".

Muster 1:
Muster 2:

Warnungen:


Stufen 4 Bedienung TANGO
Muster auf dem Bühnenboden besteht aus mehreren Mustern, mit Elementen
Bewegung mit den Elementen des Tanzes als Gunde Samgihe Bezirk, Samper
und Alabadiri.

Benachrichtigung



Stufen 5 Bewegungs SWING
Muster auf den Bühnenboden mit einer Boot-förmigen Response-Element
"Rudern das Boot".


Warnungen:

Stufen 6 Bewegungsdeckel mit Lager-Musik begleitet berbanjar
MARS rhythmisch, von der Bühne mit dem Response-Element
Hand-Welle Abschied.


Warnungen:


SONGS als Antwort Escort USED
Öffnen und Schließen Lied: mit einem Lied mit dem Titel "Night Bae ich Lehengke"
Songs für die Bühne Wals: Verwenden Sie ein Lied mit dem Titel "Tahanusangkara"
Rumba Songs für die Bühne: mit dem Lied mit dem Titel "Oh Hapiku"
Songs für die Bühne Tango: Verwenden Sie ein Lied mit dem Titel: "Oh Karima 'ko"
Songs für Swing Stufen: mit einem Lied mit dem Titel: "Sumake Pato"

















A. Ang proseso ng kapanganakan ng Sining "Ampa Wayer"

Art "Ampa wayer" ipinanganak sa panahon ng mundo digmaan dalawang sa isla ng Siau, eksakto absences dulo ng Hapon okupasyon sa pagitan ng 1944-1945. Ito ay isang paglalapat ng Art at European sining na may artistikong pagkakaisa "Sangihe" tulad ng "sa akin-pinausukang" at "mengorkesê". Sayaw na ito ay lumaki mula noong panahon ng mga entry ng Espanyol isla ng Sangihe at makahanap ng pagkakakilanlan sa katapusan ng mundo digmaan dalawang sa isla ng Siau.
Ang etymology ng salitang "Ampa wayer" ay nabuo mula sa dalawang salita, lalo:
- Ang salitang "Ampa" (wika Indonesai Manado), na nangangahulugang "apat",
- Ang salitang "wayer" (wika Indonesai absorption Manado), na nangangahulugan na ang propeller.
Ang pangalan na "Ampa wayer" lumilitaw katumbas aktibidad pesawaat air na pag-atake laban sa Hapon hukbo Allied sundalo. Sa oras na iyon, nagkaroon ng parehong artistikong aktibidad "Ampa wayer" ngunit ang kanyang mga gumagalaw sayaw tapos spontaneously sumali sa sining "banda tradisyon".
Gig "dance" sa "Ampa wayer" bilang isang pagpapahayag ng kalayaan at pagsasarili, dahil sa oras na iyon ang mga sundalo Hapon na itinuturing kolonyal na hukbo ay natalo ng mga kaalyado. Sa una, "Ampa wayer" ay kesnian para sa mga kabataan sa mga pares. Mamaya sa transformed sa sining sa pangkalahatan o gawin ang isang pares ng mga kalalakihan at kababaihan na hindi alam kung ano ang pangkat ng edad.
Maraming sabihin .... ngunit marami sa performers "Ampa wayer" ipinares sa "Ampa wayer". Sa "Ampa wayer" doon ay ang figure ng babae na itinuturing na "Prima Donna". Na Prima Donna na sa ibang pagkakataon Kills sa pamamagitan ng mga lalaki upang maging kasintahan.
Mula sa makasaysayang mga kaganapan na binanggit sa itaas, ay ipinanganak ang pinakamatandang mga pattern ng sayaw sa "Ampa wayer ay" spyglass kaaway, leeg circumference matamis na ginang ng bansa ", ang pinakamatandang kahoy pattern ng bituin hugis propeller, at mayroong isang kanta na may pamagat na Hapon tungkulin" Sayonara "bilang ang pansarang tag na kanta.

Song "Sayonara"

Sayonara, Sayonara,
Vale ay
Sayonara, Sayonara,
Vale ay
Reef.
Gawin kung ano ang mahirap, kung ano ang mahirap para sa
Mahirap trop
Gawin kung ano ang mahirap, kung ano ang mahirap para sa
Mahirap trop

"Ampa wayer" ay sinamahan ng dance group na musika, at pinangunahan ng isang kapilya (dance lider), sa Sangihe na tinatawag na "pangataseng o pangaha". "Ampa Wayer" naiuri bilang palasyo non-alang na pansining katutubong sining. Naghahain Art bilang ang entertainment ng mga tao. Sining na ito ay orihinal na ipinanganak spontaneously sa mga maliliit na aktibidad pagtitipon, ngunit sa ibang pagkakataon sa ito ay naging hajatan kaganapan pagkonsumo tulad ng mga kaganapan kawinan.Salah sa pagiging natatangi ng sining na ito ay; Hindi ma-play nang walang accompaniment.

B. Mga Elemento ng "Ampa Wayer"

Pangunahing mga elemento ng sining "Ampa wayer" ay isang musical kasanayan accompaniment, sayaw gumagalaw, at komanado o ABA-ABA. Sayaw sa "Ampa wayer" sinamahan ng ensemble band musika na-play nang direkta, sa halip na paggamit ng tape.
Bakit dapat i-play ng musika nang direkta na katangian, pati na ang mga kasanayan upang i-play ng musika ay mahalaga sa ninanais na viewer. Sa nakalipas na kung mayroong  "Ampa wayer", isa rito ay ang gumusto ng kasanayang pang mga music player upang i-play ng musika.
Art "Ampa wayer" ngayon ay may pagkakatulad sa Sayaw "Katreli" sa Minahasa. Ang pagkakaiba ay: ang pinaka-mahalagang elemento sa "Katreli" ay isang kasanayang pang ilipat sa "Ampa wayer" Ang pinakamahalagang elemento ay ang musical kakayahan at mga kasanayan sa paggalaw.
Pagpapatupad "Ampa wayer" tapos nang hindi isinasaalang-alang ang mga kasanayan upang i-play mmusik, o sinamahan lamang sa pamamagitan ng musika mula sa cassettes at mga katulad, pagkatapos ay ang sining ay dikelompokan bilang Dance "Ampa Wayer".
Hanggang ngayon walang nakapirming panuntunan sa art anyo ng sayaw kilusan "Ampa wayer" ngunit sayaw rhythms ng musika nakaayos sa pamamagitan ng disenyo. Sa paglipas ng panahon ito bubuo fariasi kilusan, linya at pattern ng bituin dance floor sa "Ampa wayer". Bilang karagdagan sa paggawa ng paggalaw batay sa ritmo ng musika, ang pagpapatupad ng mga kilusan sa "Ampa wayer" ay dapat na batay sa mga "na command o ABA-ABA".
Pag-ampon ng paggalaw sa sining "Ampa wayer" sa isla ng Sangihe at nakapalibot na acclimatized sa mga social na buhay ng kanilang mga aktibidad sa lupa at sa dagat.


C. Cochagual sa "Ampa Wayer"

Cochagual sa "Ampa wayer" ay binubuo ng anim (6) na yugto, lalo:
Yugto 1 pambungad na kilusan sinamahan ng rhythmic Mars musika
Yugto 2 operasyon WALS
Yugto 3 Movement RUMBA
Yugto 4 operasyon Tango
Mga Antas 5 Movement indayog
Sinamahan yugto 6 Movement pabalat rhythmic musika Mars

D. instrumento ng Musika, Ari-arian at Costume
Mga instrumentong pangmusika na ginagamit upang samahan ang ilipat "Ampa wayer" ay: instrumento ng Musika ginamit sa sining "Orchestra tradisyon", tulad ng gitara, Kroncong (ukulele), at Strem bus. Sa nakaraan, mga aparatong ito ay lutong bahay na mula sa pangkat banda, walang sinuman ang binili mula sa tindahan. Hanggang ngayon, crafting ng gitara, terwaris pa rin Kroncong at bus strem sa lahat ng mga distrito sa isla ng Sangihe.
Sa sining "Ampa wayer" walang paggamit ng ari-arian upang suportahan ang paggalaw. Mga Costume na ginagamit ng mga tao ay ang opisyal na damit (isang suit), habang para sa mga kababaihan gamit ang female-istilong mga costume na siglo Europa 17 (non-football tradisyon).


















PATTERN palapag, AT RESPONSE ELEMENT
ORDER ENTRY (o Commando Alerto)
Mga Sining AMPA WAYER
SMP NEG.5 TABUKAN hilaga



Direktor ng Musika at Paggalaw: M. Metty Bawelle, S.Pd
Sangihe elemento kultural na mapagkukunan: Luqman Makapuas, S.Pd

Yugto 1: Movement sinamahan rhythmic musika ang pagbubukas ng Mars

Pattern Floor sa yugtong ito ay binubuo ng apat (4) bituin ng
elemento tugon bilang mga sumusunod:
Sa yugtong 1
2 humuhubog ng bituin eroplano propellers.
3 Ring (karangalan).
4 ng Bituin hexagons simbolo Sangihe distrito.
Pattern ng 1:
Pattern 2:
Pattern 3:
Alerto:

Yugto 2 operasyon WALS
Pattern Floor sa yugtong ito ay binubuo ng dalawang (tuktok) na bersaf
at pagharap sa mga elemento ng paggalaw "sawing wood"



Alerto:

Yugto 3 Movement RUMBA
Pattern Floor sa yugtong ito ay binubuo ng dalawang (tuktok) na berbanjar
at pagharap sa mga elemento ng paggalaw "activity gumawa Copra" at
"Ang pag-crop ng damo".

Pattern ng 1:
Pattern 2:

Alerto:


Yugto 4 operasyon Tango
Pattern sa stage na palapag ay binubuo ng iba't-ibang mga pattern, na may elemento
kilusan gamit ang mga elemento ng sayaw bilang Gunde Samgihe distrito, Samper
at Alabadiri.

Mga Alerto


Mga Antas 5 Movement indayog
Pattern sa stage na palapag na may isang hugis bangka-element tugon
"Rowing ang bangka".


Alerto:

Yugto 6 Movement pabalat na may kasamang nakaimbak na musika berbanjar
Mars rhythmic, sa labas ng stage na may elemento ng tugon
kamay wave paalam.


Alerto:


KANTA GAMIT BILANG RESPONSE sa pag
Pagbukas at pagsasara ng kanta: gamit ang isang kanta na may pamagat na "Night Bae ko Lehengke"
Mga Kanta para sa mga yugto Wals: gumamit ng isang kanta na may pamagat na "Tahanusangkara"
Rumba kanta para sa mga yugto: ang paggamit ng kanta na may pamagat na "Oh Hapiku"
Mga Kanta para sa mga yugto Tango: gumamit ng isang kanta na may pamagat na: "Oh Karima 'Ko"
Mga Kanta para sa mga yugto ugoy: gamit ang isang kanta na may pamagat na: "Sumake Pato"